Selasa, 19 Juni 2018

Festival Babukung Hidupkan Kembali Tradisi Adat

Diterbitkan tanggal 26 November 2014

Nanga Bulik – Dewan Adat Dayak bersama Pemerintah Kabupaten Lamandau mengangkat tradisi upacara adat melalui Festival Babukung. Festival tersebut digelar selama dua hari pada tanggal 25 sampai 26 September 2014 yang dipusatkan di Gedung Pertemuan Umum Lantang Torang.

Sebanyak 21 kelompok peserta bakubung berasal dari delapan kecamatan se-Kabupaten Lamandau mengikuti festival babukung ini, yang resmi dibuka oleh Ketua DAD Kabupaten Lamandau, Ir. Marukan, Selasa (25/11) kemarin di halaman kantor Bakesbangpol.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah cukup lama kita ingin laksanakan, tetapi selalu mendapat tantangan dan hambatan. Karena kegiatan ini mempunyai makna dan maksud yang positif, akhirnya kita dapat melaksanakannya,” kata Ketua DAD Kabupaten Lamandau sekaligus Bupati Lamandau Ir. Marukan

Melalui Festival Babukung, tergambar eksotikanya Kabupaten Lamandau yang sangat jauh berbeda dengan daerah lain. Beliau yakin bahwa festival ini akan menjadi kegiatan yang sangat menarik, yang berguna bagi kemajuan daerah, masyarakat dan juga pendapatan ekonomi daerah.

“Festival Babukung akan kita laksakan setiap tahun. Kegiatan ini juga akan kita padukan dengan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat, “ Kata Ketua DAD Kabupaten Lamandau Ir. Marukan.

Sementara itu, Ketua Panitia FX. Perwiragato mengatakan, festival digelar untuk menghidupkan kembali kekayaan tradisi adat budaya lokal yang dimiliki Lamandau.

“Saya berharap semoga Festival Babukung dapat membuat tradisi babukung tetap bertahan di masyarakat. Selain itu, bisa menjadi daya tarik wisatawan,” kata Ketua Panitia FX. Perwiragato.

Babukung sendiri merupakan upacara adat masyarakat kaharingan untuk menghormati orang yang meninggal dunia. Bakung dalam bahasa dayak artinya hantu. Karena itulah babukung menyerupai hantu, dimana penari babukung menggunakan luhak (topeng) dan menari diiringi alunan musik.

Dalam festival ini terdapat beberapa bukung yang ditampilkan, diataranya bukung naga, bukung burung, bukung udang, bukung belanda, bukung barung dan lain sebagainya.

Sumber: Humas Kab. Lamandau

Share
© 2018 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id