Rabu, 20 Juni 2018

Ini Pesan Bupati Kepada Generasi Muda Lamandau

Diterbitkan tanggal 31 Oktober 2017

Bupati Lamandau Marukan berpesan kepada seluruh generasi muda Bangsa Indonesia, khususnya di kabupaten setempat agar tetap kompak dan bersatu membangun serta mengisi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan orang nomor satu di Kabupaten berjuluk “Bumi Bahaum Bakuba” ini usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Lamandau, Nanga Bulik, Senin.

“Saya berharap, tidak ada satupun pemuda Indonesia khususnya di Kabupaten Lamandau ini yang keluar dari komitmen sumpah pemuda. Apalagi yang namanya anti dengan Pancasila dan anti Undang-undang Dasar 1945 serta anti NKRI, ” kata Marukan.

Menurut dia, kontribusi pemuda terhadap kemerdekaan dan kemajuan Negara Indonesia sangat besar. Apalagi jika melihat sejarah pada tahun 1928, di mana pemuda sangat cerdas dalam menyatukan semua perbedaan dan berikrar menjadi Berbangsa, Bernegara, dan Berbahasa satu, yakni Indonesia.

“Saya kira musim dan waktu kita sudah berubah ketimbang dibandingkan pada jaman dahulu yang semuanya serba sulit. Tentunya generasi muda kita sekarang ini harus bisa melebihi daripada pemuda pada jaman dahulu, akan tetapi apa yang sudah generasi muda pada jaman dahulu cetuskan tersebut sudah sangat luar biasa sekali dan tugas kita sekarang ini adalah menjaganya,” tegas Marukan.

Sementara itu dalam sambutan tertulis, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi, yang dibacakan Marukan langsung pada saat acara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89, dikatakan bahwa para generasi muda saat ini harus lebih bersyukur atas sumbangsih para pemuda yang telah melahirkan sumpah pemuda.

“Jadi, sudah seharusnya kita mendandani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya dengan segala keterbatasannya saat itu,” ungkapnya.

Saat ini, untuk menjangkau ujung timur dan barat hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk berkomunikasi dengan pemuda di pelosok cukup hanya menggunakan alat komunikasi dan tidak perlu menunggu tukang pos hingga berbulan-bulan.

“Namun saat ini pula, kita justru sering berselisih paham, mudah memvonis orang hingga menebar fitnah dan kebencian,” ujarnya.

Seharusnya, lebih jauh dikatakan dia lagi, dengan segala macam kemudahan yang ada, lebih mudah buat kita berkumpul, bersilaturahmi dan berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

“Karena tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat dikonfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik,” kata Imam.

Sumber : Antarakalteng

Share
© 2018 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id