Rabu, 26 September 2018

Tari Kolosal Satu Jiwa Pukau Penonton di Pembukaan FSQ VII Tingkat Kalteng

Diterbitkan tanggal 09 Juli 2018

Nanga Bulik- Pertunjukan tari kolosal bertajuk Satu Jiwa yang disuguhkan pada pembukaan Festival Seni Qasidah VII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, di Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Sabtu (7/7/2018) malam, sukses memukau penonton yang hadir.

Pertunjukan yang mengusung tema Kebersamaan dalam Keberagamam itu melibatkan 300 penari.

“Tari kolosal ini melibatkan 300 penari yang notabene merupakan para remaja di Lamandau, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, etnis, budaya, dan agama yang berbeda-beda,” ungkap pemandu acara saat membacakan sinopsis tari kolosal tersebut.

Tari kolosal dengan backsound yang memadukan unsur islami itu terlihat ciamik seiring dengan lenggak-lenggok penari dengan kostum bernuansa aneka etnik serta beragam koreografi hingga cukup sukses memukau ribuan pasang mata penoton yang hadir.

Tepuk tangan penontonpun bergemuruh saat momen bendera merah putih berukuran raksasa dibentangkan para penari.

Ketua Umum FSQ ke VII tingkat Kalteng yang juga Bupati Lamandau, Marukan, menyebut bahwa pertunjukan tari kolosal tersebut menggambarkan tentang Kabupaten Lamandau yang beragam. Meski terdiri dari banyak suku, etnis, dan agama, Kabupaten Lamandau tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Kami rasa, perpaduan masyarakat dari berbagai unsur itulah yang telah membentuk Lamandau seperti hari ini,” ujar Bupati dua periode itu.

Dia juga menyebut, tari kolosal yang disajikan memuat pesan tentang persatuan dan perdamaian yang diselipkan dalam nyanyian pengiring tari. Misalnya seperti ajakan bersama-sama bergandengan tangan dalam membangun Lamandau serta jangan mudah terprovokasi atau dipecah belah.

sumber : Borneonews, Oleh Hendi Nurfalah, 08 Juli 2018 – 18:20 WIB

 

Share
© 2018 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id