Sabtu, 25 Mei 2019

Empat Sekolah Ikuti Ekspose Sekolah Model SPMI Tingkat Kabupaten Lamandau

Diterbitkan tanggal 25 Oktober 2018

Nanga Bulik – Sedikitnya empat sekolah di Kabupaten Lamandau mengikuti ekspose sekolah model SPMI tingkat kabupaten yang dilaksanakan di Halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Rabu (24/10/2018).

Empat sekolah itu meliputi SMAN 3 Bulik, SMPN 4 Bulik, SMKN 1 Bulik dan SDN Purwareja.

Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Kalteng itu, sekolah-sekolah yang ada diharapkan dapat lebih meningkatkan mutu pendidikannya.

Saat memberikan sambutan pada acara tersebut, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana, mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan tersebut.

“Saya atas nama pemerintah daerah, menyambut baik kegiatan ini. Karena kegiatan ini telah sesuai dengan salah satu misi Kabupaten Lamandau, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, olahraga, pencegahan dan pemberantasn narkoba serta penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek),” ungkapnya.

Dirinya menilai, ekspose sekolah model tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang satuan pendidikan di kabupaten Lamandau.

“Karena berdasarkan peraturan pemerintah, semua satuan pendidikan baik formal maupun nonformal, wajib melakukan penjaminan mutu pendidikan dengan tujuan agar memenuhi standar nasional pendidikan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, salahsatu perwakilan sekolah yang ikut dalam kegiatan tersebut yakni Kepala SMAN 3 Bulik, Meyti Rawis, mengaku bahwa pihaknya sangat bangga sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi salah satu peserta dalam ekspose sekolah model SPMI tahun 2018.

“Tentu ini merupakan satu kehormatan bagi kami SMAN 3 Bulik. Dengan kondisi sarana dan prasarana serta tenaga pengajar yang masih minim, sekolah kita telah dicanangkan sebagai sekolah model sejak tahun 2016 lalu,” terangnya.

Dengan adanya ekspose sekolah model ini, akan mendapat lebih banyak pengetahuan. “Seperti misalnya yang dulunya kita tidak tahu, maka sekarang kita dokumenkan. Terlebih semua hal yang berkaitan dengan sistem penjaminan mutu serta pendokumenannya harus dibuat sendiri dengan kondisi sekolah,” tukasnya.

Sumber : Borneonews, Oleh Hendi Nurfalah, 24 Oktober 2018 – 18:26 WIB

Share
© 2019 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id