Rabu, 18 September 2019

Wakil Bupati bertindak Sebagai Inspektur pada Upacara Hari Peduli Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Liku

Diterbitkan tanggal 22 Februari 2019

Nanga Bulik -Upacara Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari setiap tahunnya sejak tahun 2006
Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa. Pada peristiwa naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Akibatnya 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah

Wakil bupati Riko Porwamto, S.STP mengatakan permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga dirasakan masih belum optimal, oleh karenanya pengelolaan sampah harus dilakukan secara komperhensif dam terpadu dari hulu kehilir agar memberika manfaat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan

Ada beberapa hal yang ditekankan pada peringatan Hari Sampah Nasional ini diantaraya :

1. Membangun kesadaran bersama untuk pelembagaan hidup bersih melalui pengelolaan sampah
2. Mendorong budaya bersih dan produktif ditengah masyarakat dengan dinamika dan partisipasi masyarakat sebagai modal sosil
3. Meningkatkan peran aktif dan langkah-langkah Peemda serta masyarakat luas dalam pengelolaan sampah
4. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang permasalahan dan solusi untuk mengatasi permasalahan dari sumbernya
5. Membangun sinergi upaya pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sampah

Sumber : Protokol dan Komunikasi Publik

Share
© 2019 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id