Kamis, 28 Oktober 2021

Wakil Bupati jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua.

Diterbitkan tanggal 17 Februari 2021

Bertempat di Puskesmas Bulik (15/02), Wakil Bupati mengikuti vaksinasi Covid-19 yang kedua. Vaksinasi dosis kedua ini dilakukan setelah 14 hari sebelumnya, telah divaksinasi dosis pertama. Selain Wakil Bupati, vaksinasi dosis kedua ini juga diikuti oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Kapolres Lamandau, Dandim 1017/Lmd, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa tenaga medis yang juga berkempatan divaksin secara bergantian. Dijadwalkan pada hari tersebut di ikuti oleh 18 peserta vaksin.

Sebelum divaksin, peserta wajib dilakukan pemeriksaan awal untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Setelah dinyatakan normal dan tidak ada kendala barulah kemudian dilakukan suntik vaksin di lengan.

Tiga puluh menit setelah dilakukan vaksin, Wabup dan beberapa pejabat daerah yang selesai divaksin dilakukan observasi oleh petugas vaksinasi covid – 19. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada efek samping setelah dilakukan vaksin.

“Tidak ada gejala yang saya rasakan baik setelah vaksin pertama ataupun kedua ini. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak termakan isu-isu hoax terkait vaksin. Vaksin ini telah diuji secara klinis dan higeinis oleh pemerintah dan telah dinyatakan halal pula. Vaksin ini aman dan masyarakat jangan takut. Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak dilakukan vaksin. Proses vaksin ini juga dilakukan pemerintah sebagai salah satu langkah untuk pencegahan Covid-19,” ungkap Wakil Bupati, Riko Porwanto, S. STP.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, M. Bashar, “Tidak perlu takut untuk divaksin, tidak efek samping. Semua aman setelah divaksin. Rasanya seperti disuntik biasa saja, jadi masyarakat tidak perlu merasa takut dan khawatir untuk dilakukan vaksin. Kami harapkan masyarakat tidak termakan isu hoax mengenai vaksin dapat kami harapkan masyarakat dapat turut mensukseskan vaksinasi guna mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.”

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten lamandau, Rosmawati menjelaskan alasan mengapa vaksin ini harus disuntikkan dua kali.

“Suntikan pertama untuk memicu respons kekebalan awal terhadap vaksin yang diberikan. Suntikan kedua dapat meningkatkan kekuatan respons imun yang sebelumnya sudah terbentuk,” jelasnya.

Dengan memberikan lebih dari satu dosis vaksin, berarti memperbesar kemungkinan sistem imun tubuh untuk mempelajari virus dan mencari cara menangkal infeksi berikutnya.

“Pemberian vaksin dua kali memberi kesempatan sistem imun tubuh untuk memproduksi lebih banyak antibodi. Mereka juga memberi tubuh pasokan sel memori yang kuat terhadal suatu virus. Agar tubuh memiliki ingatan yang cukup kuat dan lama terhadap virus tertentu setelah terpapar. Sebab, sel memori tidak bertahan selamanya. Ia akan mati seiring waktu. Dengan pemberian vaksin dua kali, tubuh terpapar lebih banyak antigen. Sehingga, sistem imun membuat lebih banyak sel memori. Hal ini memicu respons antibodi yang lebih cepat dan lebih efektif di masa mendatang,” Tutupnya.

#LamandauBergerakCepat
#LamandauJuara
#setdalamandau
#lamandau
#kalteng

Protokol dan Komunikasi Publik

Foto selengkapnya >>>

Share
© 2021 Website Resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau | setda.lamandaukab.go.id